PROFILE - PORTOFOLIO
Biro Koordinasi Kedokteran Masyarakat (BKKM)
UNIVERSITAS AIRLANGGA
FAKULTAS KEDOKTERAN
Jl.Prof.Dr.Moestopo 47 Surabaya 60131
Kampus A Gedung DR-C lantai #2
031-5020251-3 ext 134 Fax: 031-5027830 SMS 08884905922
situs web : http//www.fk.unair.ac.id email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view itCOMMUNITY MEDICINE
(Preventive & Social Medicine /
Community Oriented Medical Education Community Health)
2012 - 2015PENDAHULUAN
Usai PD II , pembangunan ekonomi /perdagangan, dan perkembangan liberalisasi - kapitalisasi mulai merambah sektor perdagangan kebutuhan hidup serta sektor kesehatan (alat kesehatan dan obat serta perdagangan jasa termasuk jasa pelayanan kesehatan). Seiring perkembangan transportasi dan informasi melintasi batas negara, maka liberalisasi dan kapitalisasi dan globalisasi juga melingkupi pula komoditi obat, alat kesehatan dan jasa pelayanan kesehatan. Di negara-negara dengan sistem kependudukan yang sudah mempunyai tatanan family folder yang baik, mulai memikirkan konsep Family Medicine. Namun di negara-negara Asia Tenggara yang tidak mempunyai tatanan family folder, dibutuhkan suatu model dengan orientasi lebih luas dengan penataan komunitas / masyarakatnya.
Pada sekitar tahun 1950, Fakultas Kedokteran di Asia Tenggara merasa perlu menyesuaikan pendidikan kedokteran dengan kebutuhan masyarakat. Pendidikan kedokteran cenderung menggunakan pendekatan kedokteran pencegahan yang berorientasi pada masyarakat. Pada 27-28 Agustus 2009, di New Delhi, diadakan Seminar India Report of the Expert Group Meeting, WHO-SEARO yang menyusun :
1) Review of Preventive and Social Medicine / Community Medicine / Community Health Curriculum
for Undergraduate Medical Education
2) Guidelines for Preventive and Social Medicine / Community Medicine / Community Health
Curriculum in the Undergraduate Medical Education Mission To contribute to the
development of well-rounded (holistic) medical professional, who will demonstrate
knowledge and competence with compassion in dealing with primary health care, desire
for lifelong learning, evidence-based practice, interdisciplinary team work, and
professional and ethical behaviour in practice in order to improve and sustain the
health of the population.Curriculum implementation
1) For theoretical concepts - classroom and faculty based laboratories
2) For real life practice - rural and urban field practice areas
3) Patients who come to the facilities for health care reflect the situation existing in the community.
Teaching learning methods should enable the students to relate to these real life situations of
the communityTeaching and learning strategies :
- All teaching and learning activities should be student centered
- Expermental learning to be encouraged both inside and outside the classroom
- Field experience in PHC settings
- Communities to become 'laboratories' for skill learning
- Multiple learning experience eg. case studies, project work, exposure to role models,
role play, workshop, seminar etc, should be used.PORTOFOLIO
Pada bulan Desember 1971, diadakan Seminar oleh WHO bertema "Community Medicine for Medical Teacher", di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya, dengan peserta : Indonesia, Burma, Thailand, Ceylon. Kemudian dibentuklah Biro Koordinasi Kedokteran Masyarakat (BKKM) di FK Unair dengan SK Dekan FK Unair No.FKUA/979/XI/1976, Surabaya, 9 Agustus 1976, yang menyelenggarakan pendidikan bernama Model Pendidikan Kedokteran Masyarakat (MPKM) di Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan selama tahun 1976-1979. Kemudian selama tahun 1980-1995 program tersebut dikerjakan sebagai Program Pendidikan Kedokteran Masyarakat (PKKM) di Ponorogo, Kediri, Ngajuk. Pada tahun 1996-2009, istilah PKKM diubah menjadi Praktek Balajar Lapangan - Pendidikan Kedokteran Masyarakat (PBL-PKM) di Kabupaten Jombang, dan kemudian pada tahun 2010-2011 diubah lagi menjadi Clinical Posting Senior-Pendidikan Kedokteran Berorientasi Masyrakat (CPS-PBKM). PAda tahun 2011, disusunlah reorganisasi BKKM dengan pengurus 2011-2015 yang diharapkan dapat melakukan revitalisasi program Kedokteran Komunitas / Community Medicine, dengan tetap memelihara relevansi dengan kurikulum nasional serta dengan berbagai standar internasional. Mulai tahun 2012 BKKM FK Unair menyesuaikan kembali istilah menjadi Community Medicine / Kedokteran Komunitas (Preventive and Social Medicine / Community Health / Community Oriented Medical Education), dengan menetapkan portofolio (batas tugas, batas kewenangan, batas tanggung jawab) yang mengacu pada Kurikulum Pendidikan Dokter Berbasis Kompetensi (KBK), Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi- Departemen Pendidikan Nasional RI, Jakarta, 2005, sebagai berikut :
Area Kompetensi :
1. Penerapan dasar ilmu biomedik, klinik, perilaku dan epidemiologi dalam praktek kedokteran
keluarga
2. Keterampilan pengelolaan masalah kesehatan pada individu, keluarga ataupun masyarakat
dengan cara yang komprehensif, holistik, berkesinambungan, terkoordinir dan bekerja
sama dalam konteks pelayanan kesehatan primer.
Dasar Pengetahuan :
I. Kesehatan Keluarga (Health of Families)
II. Masyarakat (Community)
III. Fungsi Koordinatif Dokter Keluarga (Coordinative Function of Family Medicine) :
1. Work with communities (Kedokteran Kommunitas)
2. Work with families (Kedokteran Keluarga)
3. Work with health teams (Keterampilan Kedokteran)Program yang akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut :
1. Kepaniteraan Kedokteran KOmunitas / Community Medicine
2. Modul Kedokteran Keluarga / Module Family Medicine
3. Pelatihan Community Medicine / Kedokteran Komunitas
4. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
5. Seminar






