Ds. Sumber kembar, Pacet (02/8)- Di Indonesia Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah salah satu kasus penyakit dengan insidensi yang selalu meningkat dan menempati urutan ketiga setelah India dan China dalam hal jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia.Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat. Saat ini setiap menit muncul satu penderita baru TBC paru, dan setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC paru yang menular. Bahkan setiap empat menit sekali satu orang meninggal akibat TBC di Indonesia.
Berangkat dari keprihatinan akan hal tersebut Melalui acara Penyuluhan Pengenalan TBC sebagai salah satu rangkaian kegiatan BAKSOSNAS 2008, Masyarakat Ds. Sumber Kembar dan sekitarnya diajak untuk mengetahui Apa dan bagaimana menangani TBC dengan tepat dan benar.
Sebelumnya Masyarakat desa Sumber Kembar dan sekitarnya masih memiliki orientasi berbeda mengenai penyakit kedua penyebab kematian tersebut, minimnya pengetahuan yang mereka miliki membuat mereka kurang peduli akan bahaya TBC.
Data puskesmas terkait penderita TBC aktif di desa Sumber kembar belum dapat dijadikan acuan berapa banyak warga yang positif menderita TBC, karena ada sebagian warga yang masih enggan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka ke Puskesmas atau Rumah sakit.
Untuk itu sebelum acara penyuluhan TBC berlangsung, panitia BAKSOSNAS 2008 menurunkan tim analisa yang terbagi ke setiap dusun untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan mereka akan bahaya TBC.
Selain pengarahan yang disampaikan langsung dalam bahasa jawa, oleh panitia para peserta penyuluhan juga diajak untuk menyaksikan secara langsung obyek bakteri Mikrobakterium tuberkulosa melalui lensa mikroskop.
“dari awal kami berencana untuk mengemas acara ini menjadi semenarik mungkin, dengan begitu akan memudahkan masyarakat untuk mengingat berbagai pengarahan tentang penyakit TB yang telah diberikan” Ujar Elvy ketua divisi acara BAKSOSNAS 2008.
Diakhir acara, para panitia membagikan masker dan susu cair kepada ibu dan anak-anak.
(Mo)
Sebelumnya Masyarakat desa Sumber Kembar dan sekitarnya masih memiliki orientasi berbeda mengenai penyakit kedua penyebab kematian tersebut, minimnya pengetahuan yang mereka miliki membuat mereka kurang peduli akan bahaya TBC.
Data puskesmas terkait penderita TBC aktif di desa Sumber kembar belum dapat dijadikan acuan berapa banyak warga yang positif menderita TBC, karena ada sebagian warga yang masih enggan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka ke Puskesmas atau Rumah sakit.
Untuk itu sebelum acara penyuluhan TBC berlangsung, panitia BAKSOSNAS 2008 menurunkan tim analisa yang terbagi ke setiap dusun untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan mereka akan bahaya TBC.
Selain pengarahan yang disampaikan langsung dalam bahasa jawa, oleh panitia para peserta penyuluhan juga diajak untuk menyaksikan secara langsung obyek bakteri Mikrobakterium tuberkulosa melalui lensa mikroskop.
“dari awal kami berencana untuk mengemas acara ini menjadi semenarik mungkin, dengan begitu akan memudahkan masyarakat untuk mengingat berbagai pengarahan tentang penyakit TB yang telah diberikan” Ujar Elvy ketua divisi acara BAKSOSNAS 2008.
Diakhir acara, para panitia membagikan masker dan susu cair kepada ibu dan anak-anak.
(Mo)
| < Prev | Next > |
|---|





