FK Unair- Duka menyelimuti prosesi persemayaman seorang Guru Besar Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof. Petrus  Budi Santoso, dr., Sp.S(K) di Aula FK Unair... | FK Unair- Bergerak dari lingkup terkecil di lingkungan sekitar kampus, Mahasiswa FK Unair gabungan dari berbagai program studi bersatu menghidupkan tradisi pemberian susu gratis kepada anak-anak... | FK Unair- Sosoknya begitu berwibawa dan punya dedikasi luar biasa, demikian Prof. Paulus Liben, dr., MS menggambarkan sosok pribadi  mendiang Prof. Dr. Lukas Widyanto, dr., AIF , Guru Besar Ilmu... |
Faculty Of Medicine Airlangga University
You are here: Home News Focus Tip Bersihkan Sayuran dari Pestisida

Faculty Of Medicine Airlangga University

Tip Bersihkan Sayuran dari Pestisida

E-mail Print PDF
Tak terbantah, pentingnya sayur mayur untuk kondisi tubuh yang bugar dan sehat. Dibanding dengan sayuran matang, lalapan alias sayuran mentah mengandung unsur gizi lebih banyak. Sayangnya kekhawatiran akan kandungan pestisida membuat banyak orang takut mengonsumsi sayuran mentah.
 
Membeli sayuran organik memang mengurangi risiko paparan pestisida, namun harganya masih terbilang mahal, lagipula masih ada kemungkinan kontaminasi bakteri dari tanah.
 
Sebenarnya ada cara mudah untuk menghilangkan pestisida dalam sayuran, yakni mencucinya dengan air matang. Penelitian yang dilakukan oleh tim ahli dari Connecticut Agricultural Experiment Station tahun 2000 menemukan mencuci sayuran dengan air matang sama efektifnya dengan menggunakan sabun khusus pencuci sayuran dan buah.
 
Dalam penelitiannya, para ahli membandingkan metode mencuci sayuran dengan sabun khusus dengan pencucian dengan air matang. Hasilnya, ketika dicuci dengan air matang 9 dari 12 pestisida yang terdapat dalam sayuran dan buah berhasil dihilangkan.
 
Penelitian menunjukkan adanya beberapa zat kimia dalam pestisida yang tidak hilang akibat pencucian. Sumber air yang tidak bersih juga bisa menyebabkan kontaminasi bakteri penyebab penyakit infeksi, seperti penyakit tifus.
 
Untuk menghilangkan mikro-organisme, Anda bisa menggunakan sabun pencuci yang mengandung cuka 10 persen. Penelitian tahun 2003 menunjukkan, larutan cuka mampu mengurangi bakteri dan virus yang terdapat dalam sayuran hingga 95 persen.
 
Cara lain agar aman mengonsumsi sayuran mentah adalah dengan teknik blansir, yaitu pelunakan bahan dengan cara pencelupan beberapa saat (sekitar 5 menit) pada suhu air mendidih, yang kemudian segera disiram dengan air dingin (matang) agar pemanasan tidak berlanjut. Cara ini sangat baik untuk pemasakan sawi, kubis, bayam, kacang panjang, wortel, pare, dan labu siam.
 
Waktu blansir sangat ditentukan oleh tekstur bahan segarnya. Karena itu blansir sebaiknya dilakukan untuk masing-masing sayuran, tidak dicampur satu sama lain. Sayuran sebaiknya diblansir dalam keadaan utuh dan pemotongan dilakukan segera setelah proses blansir selesai.
 
sumber : Kompas
 
Randowm Articles

Add comment

Security code
Refresh

Search

Histats

Statistics

Members : 291
Content : 1871
Web Links : 39
Content View Hits : 2985587

RSS Syndicator

focus
Head Line News
Kilasan

UPeDDi

UPeDDi merupakan unit pengelola sistem & teknologi informasi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. UPeDDi telah mengembangkan serangkaian layanan, Next

PBL Tramed

 Upaya keras perbaikan proses pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga telah dilakukan sejak tahun 2000. Berdasarkan analisis Next

Bioteika

 Bioetika adalah penjelmaan dari Etika Kedokteran yang sudah tidak mampu lagi menampung permasalahan-permasalahan yang berkembang Next

Visi Misi

Menjadikan FK Unair sebagai salah satu fakultas kedokteran terkemuka di kawasan regional ASEAN, pemuka dalam bidang pendidikan, pemuka Next ......