FK Unair- Duka menyelimuti prosesi persemayaman seorang Guru Besar Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof. Petrus  Budi Santoso, dr., Sp.S(K) di Aula FK Unair... | FK Unair- Bergerak dari lingkup terkecil di lingkungan sekitar kampus, Mahasiswa FK Unair gabungan dari berbagai program studi bersatu menghidupkan tradisi pemberian susu gratis kepada anak-anak... | FK Unair- Sosoknya begitu berwibawa dan punya dedikasi luar biasa, demikian Prof. Paulus Liben, dr., MS menggambarkan sosok pribadi  mendiang Prof. Dr. Lukas Widyanto, dr., AIF , Guru Besar Ilmu... |
Faculty Of Medicine Airlangga University
You are here: Home Fakultaria Sejarah Pendidikan Dokter Jaman Belanda

Faculty Of Medicine Airlangga University

Pendidikan Dokter Jaman Belanda

E-mail Print PDF
Pada bulan Januari 1851 berdasarkan atas Gouvernements Besluit No. 22 tahun 1849 di Batavia (Jakarta) didirikan Sekolah Dokter Jawa ("Dokter Jawa School"). Direktur yang ditunjuk adalah Dr. P. Bleeker dan dibantu 2 orang koleganya sebagai guru. Siswa yang diterima pertama kalinya hanya 12 orang pemuda Jawa yang diketahui berasal dari keluarga baik-baik, tidak usah lulus SD (Sekolah Rakyat), harus mampu menulis dan membaca Bahasa Melayu, berumur 15-16 tahun. Siswa yang diterima mendapat sebutan eleve dengan lama pendidikan 2 tahun. Pelajaran yang diberikan meliputi sekedar pokok-pokok mata pelajaran : Bahasa Belanda, Ilmu Hitung, Ilmu Ukur, Ilmu Bumi, Ilmu Binatang, Ilmu Kimia Organik, Ilmu Alam, Mekanika, Ilmu Tanah, Ilmu Tumbuh-Tumbuhan, Ilmu Hewan, Ilmu Urai dalam Sakit, Ilmu Kebidanan (Kehamilan dan Sel Telur) dan Ilmu Bedah (Cerai Sendi Patah Tulang dan Burut). Tujuan Pendidikan Dokter Jawa tersebut adalah mendidik murid menjadi juru cacar ("vaccinateur") agar mereka dapat memberikan sekedar pertolongan pada penyakit-penyakit biasa seperti demam dan penyakit-penyakit usus. Beberapa peristiwa penting dalam sejarah pendidikan dokter pada jaman Belanda adalah :

1856
Dari angkatan tersebut yang lulus 11 orang dan diperbolehkan menggunakan titel "Dokter Jawa". Mereka memperbanyak jumlah juru cacar di daerah yang digunakan juga untuk membantu tugas-tugas ringan dokter militer.

1856
Sekolah Dokter Jawa terbuka untuk murid yang berasal dari Sumatera Tengah dan Sulawesi Utara. Dr. P. Bleeker yang belum puas pada pelaksanaan dan hasil pendidikannya mengusahakan perbaikan kurikulum Sekolah Dokter Jawa hingga menghasilkan dokter yang mampu menjalankan praktek umum.

1864
Lama Pendidikan Sekolah Dokter Jawa dijadikan 3 th. Pendidikannya meliputi 27 mata pelajaran, siswa baru yang diterima lebih banyak. Melihat lulusan Sekolah Dokter Jawa ternyata intelegen dan berbakat baik, maka akhirnya ia berhasil mengarahkan pendidikan dokternya menjadi lebih baik lagi.

1875
Lama pendidikan dokter menjadi 7 tahun dan dibagi menjadi 2 tahun bagian persiapan dan 5 tahun bagian kedokteran. Bahasa Pengantarnya adalah Bahasa Belanda. Siswa yang diterima sebagai eleve hanya lulusan SD pemerintah atau ujian masuk bila tidak memiliki pendidikan pendahuluan dan berumur 14-18 tahun. Jumlah eleve sebanyak 100 orang. Gelar setelah lulus : "Inlandsch Geneesen Heelkundige". Sejak itu mutu lulusan Dokter Jawa lebih baik dan dipercaya menjalankan tugas-tugas kedokteran yang lebih luas. Mereka mulai memiliki rasa percaya diri yang besar dan masyarakat menghargainya sebagai dokter sesungguhnya.

1881
Lama pendidikan dokter diperpanjang menjadi 9 tahun dengan tahap 3 tahun bagian persiapan dan 6 tahun bagian kedokteran. Siswa yang diterima sebagai eleve hanya lulusan SD pemerintah (ELS). Bahasa pengantarnya adalah Bahasa Belanda dan Bahasa Jerman mulai diajarkan mengingat adanya buku pegangan dalam Bahasa Jerman.

1893
Majalah Kedokteran yang pertama diterbitkan. Dalam jangka waktu sekitar setengah abad, pendidikan dokter di Jawa mengalami kemajuan cukup pesat. Hal tersebut dapat terlaksana berkat :

-

Para pengajarnya terdiri dari tenaga-tenaga mampu dan memenuhi persyaratan dan mereka tidak pernah puas dengan hasil yang dicapai.

-

Kurikulum yang semula dianggap terlampau berat, akhirnya lebih diarahkan sesuai dengan kebutuhan.

-

Para siswa yang kemudian terpilih dan bertahan, ternyata sangat berbakat, rajin dan tekun belajar
Berhasillah cita-cita Belanda mendidik "dokter-dokter kelas dua" yang tingkatannya lebih rendah dari mereka. Dr. H.F. Roll sebagai tokoh kedua yang memimpin sekolah tersebut berhasil membangun sekolah baru di dekat rumah sakit militer.

1902
Nama Sekolah Dokter Jawa menjadi STOVIA (School Tot Opleiding Voor Inlandsche Artsen). Lama pendidikannya menjadi 8 th, terbagi menjadi 2 th bagian persiapan dan 6 tahun bagian kedokteran. Hak praktek ditambah dengan ilmu kebidanan. Penerimaan eleve baru ditingkatkan menjadi 150 orang dan terbuka bagi pemuda dari luar Jawa. Lulusan STOVIA bertitel "Inlandsch Arts" diijinkan melakukan "geneesheel en verlos-kunde" dan berhak sebagai "apotheek-houndend geneesheer".

1913
Nama sekolah diganti lagi menjadi STOVIA. Lama pendidikan menjadi 10 th, terbagi menjadi 3 th bagian persiapan dan 7 th bagian persiapan. Mata pelajaran meliputi premedik, preklinik dan klinik. Siswa berasal dari sekolah rendah pemerintah ; lulusan MULO langsung diterima pada STOVIA tingkat III Bagian Persiapan, sedangkan lulusan HBS (Hogere Burger School) V dan AMS (Algemne Middelbare School) B langsung di tingkat II Bagian Kedokteran.
Last Updated ( Tuesday, 27 January 2009 20:17 )  
Randowm ArticlesRelated Articles

Add comment

Security code
Refresh

Search

Histats

Statistics

Members : 291
Content : 1871
Web Links : 39
Content View Hits : 2986642

RSS Syndicator

focus
Head Line News
Kilasan

UPeDDi

UPeDDi merupakan unit pengelola sistem & teknologi informasi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. UPeDDi telah mengembangkan serangkaian layanan, Next

PBL Tramed

 Upaya keras perbaikan proses pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga telah dilakukan sejak tahun 2000. Berdasarkan analisis Next

Bioteika

 Bioetika adalah penjelmaan dari Etika Kedokteran yang sudah tidak mampu lagi menampung permasalahan-permasalahan yang berkembang Next

Visi Misi

Menjadikan FK Unair sebagai salah satu fakultas kedokteran terkemuka di kawasan regional ASEAN, pemuka dalam bidang pendidikan, pemuka Next ......