FK Unair- Duka menyelimuti prosesi persemayaman seorang Guru Besar Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof. Petrus  Budi Santoso, dr., Sp.S(K) di Aula FK Unair... | FK Unair- Bergerak dari lingkup terkecil di lingkungan sekitar kampus, Mahasiswa FK Unair gabungan dari berbagai program studi bersatu menghidupkan tradisi pemberian susu gratis kepada anak-anak... | FK Unair- Sosoknya begitu berwibawa dan punya dedikasi luar biasa, demikian Prof. Paulus Liben, dr., MS menggambarkan sosok pribadi  mendiang Prof. Dr. Lukas Widyanto, dr., AIF , Guru Besar Ilmu... |
Faculty Of Medicine Airlangga University
You are here: Home Fakultaria Sejarah Jaman Jepang dan Kemerdekaan

Faculty Of Medicine Airlangga University

Pendidikan Dokter Jaman Jepang dan Kemerdekaan

E-mail Print PDF
1942
NIAS di Surabaya dan STOVIA di Jakarta ditutup oleh Pemerintah Jepang.

1943
Pemerintah Jepang membuka lagi Sekolah Dokter dengan menggunakan GHS di Jakarta dan mengganti namanya menjadi "Ika Daigaku" yang terdiri dari gabungan mahasiswa GHS dan NIAS dengan bahasa pengantar Bahasa Indonesia.

1945
Kekuasaan Jepang berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945. Ika Daigaku akhirnya diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia dan diganti namanya menjadi Perguruan Tinggi Kedokteran Republik Indonesia.

1946
Terjadi Perang Kemerdekaan sehingga Perguruan Tinggi Kedokteran Republik Indonesia terpaksa mengungsi bersama Pemerintah Republik ke daerah. Perguruan Tinggi Kedokteran Republik Indonesia dipencar tempatnya di Jakarta , Solo, Klaten dan Malang sebagai tindakan persiapan terhadap kemungkinan Agresi Belanda. Pada tahun ini juga, Pemerintah Belanda mendirikan "Nooduniversitet van Indonesia" dan satu diantaranya adalah "Geneeskundige Faculteit" di Rumah Sakit Cikini Jakarta dengan 128 mahasiswa (63 orang Cina, 63 orang Belanda dan 2 orang Indonesia). Tahun 1947, Perguruan Tinggi Kedokteran cabang Malang ditutup, diikuti dengan cabang Solo dan Klaten tahun 1948.

1948
Pemerintah Belanda membuka kembali Faculteit der Geneeskunde dan cabangnya di Surabaya pada tanggal 1 September 1948 . Faculteit der Geneeskunde cabang Surabaya yang dibuka pada tahun 1948 baru dimulai dengan tingkat persiapan, namun pada tahun 1951 telah lengkap sampai Tingkat VII dengan cara menerima mahasiswa eks sebelum perang yang sudah duduk di tingkat atas. Tahun 1948, pimpinan Faculteit der Geneeskunde di Surabaya dijabat oleh Prof. A.B. Droogleever Fortuyn, seorang ahli Ilmu Hewan dan Genetika.

1949
Prof. A.B. Droogleever Fortuyn diganti oleh Prof. Dr. G.M. Streef, seorang ahli Ilmu Faal dan Biokimia. Tanggal 29 Desember 1949, Pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatannya ke Pemerintah Republik Indonesia, termasuk Faculteit der Geneeskunde di Jakarta dan Surabaya.

1950
Tanggal 1 April 1950 , Prof. Dr. G.M. Streef menyerahkan jabatan Ketua Faculteit der Geneeskunde kepada Prof. Dr. Moch. Syaaf. Selanjutnya, nama Faculteit der Geneeskunde diganti namanya menjadi Fakultet Kedokteran di Jakarta dan cabangnya Fakultet Kedokteran di Surabaya. Dengan demikian, Pemerintah Republik Indonesia mempunyai 3 Fakultet Kedokteran, yaitu di Jakarta , Surabaya dan Yogyakarya (Universitas Gajah Mada termasuk Fakultet Kedokteran telah didirikan pada tahun 1949).
Last Updated ( Tuesday, 27 January 2009 20:17 )  
Randowm ArticlesRelated Articles

Add comment

Security code
Refresh

Search

Histats

Statistics

Members : 330
Content : 1872
Web Links : 39
Content View Hits : 3047020

RSS Syndicator

focus
Head Line News
Kilasan

UPeDDi

UPeDDi merupakan unit pengelola sistem & teknologi informasi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. UPeDDi telah mengembangkan serangkaian layanan, Next

PBL Tramed

 Upaya keras perbaikan proses pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga telah dilakukan sejak tahun 2000. Berdasarkan analisis Next

Bioteika

 Bioetika adalah penjelmaan dari Etika Kedokteran yang sudah tidak mampu lagi menampung permasalahan-permasalahan yang berkembang Next

Visi Misi

Menjadikan FK Unair sebagai salah satu fakultas kedokteran terkemuka di kawasan regional ASEAN, pemuka dalam bidang pendidikan, pemuka Next ......